Polda Aceh Lampaui Target, Bangun 206 Sumur Bor di 18 Daerah Terdampak Bencana

BANDA ACEH  || aceh.journalistpolice.com –  Kepolisian Daerah Aceh (Polda Aceh)  berhasil menyelesaikan pembangunan 206 sumur bor di 18 kabupaten dan kota yang terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Jumlah tersebut melampaui target awal sebanyak 161 unit.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengatakan program pembuatan sumur bor merupakan upaya berkelanjutan Polri dalam memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana, khususnya akses terhadap air bersih.

“Hingga saat ini, Polda Aceh telah menyelesaikan 206 unit sumur bor. Capaian ini melebihi target yang sebelumnya ditetapkan,” kata Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Selasa.

BACA JUGA  Polda Aceh Tahan Tersangka Korupsi Wastafel

Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor tersebut merupakan atensi dan prioritas langsung Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi darurat pascabencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.

Menurut Joko, air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar yang harus segera dipenuhi guna menunjang aktivitas dan kesehatan masyarakat terdampak bencana.

Dari 18 kabupaten dan kota sasaran, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan jumlah sumur bor terbanyak, yakni 177 unit, dan seluruhnya telah dimanfaatkan oleh masyarakat.

BACA JUGA  Keselamatan Jadi Prioritas, Polda Aceh Gencar Sosialisasi Lalu Lintas

Sementara itu, sumur bor juga dibangun di Kabupaten Bireuen, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, serta Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, dan Kota Langsa.

Joko menambahkan, hingga kini masih terdapat beberapa sumur bor yang dalam tahap pengerjaan dan akan segera diselesaikan agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga.

“Keberhasilan program ini tidak terlepas dari sinergi jajaran Polda Aceh, dukungan pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan sumur bor bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud komitmen Polri dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, dengan memastikan setiap sumur berfungsi dan memberikan manfaat jangka panjang.

Sumber: antaranews.com

BACA JUGA  Bravo Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh Sabet 3 Penghargaan Sekaligus

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related News